Tjakrabirawa Teknologi Indonesia
Solutions
Product
Cyber News
Blog
About Us

Cyber Attack Hotline


UU PDP Sudah Berlaku Tapi... Benarkah Data Kita Masih Jadi Incaran Empuk?

Tjakrabirawa Team

Tjakrabirawa Team

February 19, 2026

illustration

Pernah ngerasa gak kalau baru aja ngomongin suatu barang, tiba-tiba iklannya langsung muncul di media sosial kamu? Bayangin kamu lagi asik scrolling, tapi di balik layar ada ribuan data pribadi kamu yang mungkin sedang berpindah tangan tanpa kamu sadari sedikit pun. Kebanyakan orang salah kaprah dan merasa aman karena Indonesia sudah punya aturan hukum, padahal kenyataannya regulasi tanpa eksekusi itu cuma macan kertas. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta pahit kenapa UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) kita masih jauh dari kata efektif untuk melindungi jempol kamu.

Dilema UU No. 27 Tahun 2022: Berlaku Penuh Tapi Belum Bergigi

Indonesia sebenarnya sudah memiliki UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi yang seharusnya berlaku penuh sejak 17 Oktober 2024 kemarin. Fakta pembuka yang harus kamu tahu adalah meskipun aturannya sudah ada, implementasinya di lapangan masih tertahan karena lembaga pengawas PDP yang sangat krusial itu belum juga terbentuk. Tanpa adanya lembaga pengawas independen ini, jangan harap ada tindakan tegas atau mediasi yang jelas kalau data kamu tiba-tiba bocor.

Banyak pihak mulai dari DPR hingga masyarakat sipil menilai bahwa UU PDP ini belum bisa efektif karena mekanisme pengawasannya masih "abu-abu". Proses penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan turunan pun dinilai kurang transparan dan masih dalam tahap akhir harmonisasi. Ini adalah situasi yang sangat ironis, di mana kita punya "pagar" hukum yang tinggi, tapi tidak ada petugas yang menjaganya dari serangan peretas.

Transisi natural ini membawa kita pada perbandingan dengan negara tetangga yang sudah jauh lebih maju dalam urusan teknis pengawasan data.

Belajar dari China: Saat Pengawasan Teknis Jadi Standar Mati

Berbeda dengan Indonesia yang masih berkutat di masalah administrasi, China sudah masuk ke tahap pengawasan teknis yang sangat ketat terhadap data pribadi. Fakta menariknya adalah di sana aplikasi wajib transparan soal jenis dan tujuan data yang mereka ambil dari pengguna. Kamu gak perlu takut lagi soal kamera atau mikrofon yang mendadak aktif sendiri, karena regulasi di sana melarang keras hal itu kecuali fitur tersebut sedang kamu gunakan.

Selain itu, informed consent di China harus dibuat sangat spesifik dan mereka melarang keras pengambilan data yang berlebihan atau tidak relevan. Perlindungan ekstra juga diberikan untuk data sensitif seperti biometrik dan data anak-anak guna memastikan keamanan generasi masa depan mereka. Pola pengawasan yang kuat dan terukur inilah yang membuat ekosistem digital mereka jauh lebih terlindungi dibandingkan negara yang hanya mengandalkan teks regulasi semata.

Tapi tunggu dulu, kamu harus lihat betapa ngerinya realitas kebocoran data yang sudah terjadi di tanah air kita sendiri.

Fakta Mengerikan: Miliaran Data Warga Indonesia Sudah Beredar di Forum Gelap

Tahukah kamu bahwa dalam tiga tahun terakhir saja, diduga ada sekitar 2,3 miliar data pribadi warga Indonesia yang beredar bebas di forum gelap? Statistik mengejutkan ini mencakup data yang sangat sensitif mulai dari NIK, kartu keluarga, nomor kontak, riwayat transaksi, hingga data biometrik kamu. Sepanjang tahun 2023 saja, tercatat ada 409 juta data yang bocor dari berbagai platform digital besar yang kita gunakan sehari-hari.

Kondisi ini menempatkan skor keamanan digital Indonesia pada angka yang cukup mengkhawatirkan, yaitu 3,12 dari skala 5. Risiko kriminalisasi yang keliru dalam menggunakan UU PDP juga menjadi sorotan utama karena literasi keamanan digital masyarakat kita yang masih tergolong rendah. Jika kebocoran data ini terus dibiarkan tanpa adanya penegakan hukum yang kuat, maka identitas digital kita semua hanyalah masalah waktu sebelum jatuh ke tangan yang salah.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah kapan pemerintah benar-benar akan serius menyelesaikan masalah ini?

Menanti Janji Komdigi: Apakah Lembaga Pengawas Benar-benar Rampung 2025?

Di tengah badai kebocoran data yang gak ada habisnya, pemerintah melalui Komdigi menargetkan bahwa lembaga perlindungan data pribadi akan rampung pada tahun 2025. Target ini menjadi satu-satunya harapan agar pengawasan data di Indonesia bisa segera sekuat regulasi yang sudah kita miliki. Namun, banyak yang meragukan apakah target ini bisa tercapai tepat waktu mengingat masih banyaknya pasal yang harus diterjemahkan ke dalam aturan teknis.

Kita semua tentu berharap agar pengawasan ini bisa segera efektif sebelum kebocoran data besar berikutnya terjadi lagi. Tanpa lembaga pengawas, masyarakat akan terus berada dalam posisi yang lemah saat berhadapan dengan platform digital yang menyalahgunakan data mereka. Ini bukan lagi soal politik, tapi soal kedaulatan identitas setiap warga negara Indonesia di dunia siber.

Pro Tips yang Harus Kamu Lakukan Sekarang Juga

Tips pertama yang paling krusial adalah jangan pernah sembarangan memberikan izin akses (permission) aplikasi untuk kamera, lokasi, atau mikrofon jika tidak benar-benar dibutuhkan. Selanjutnya, kamu perlu rutin mengecek riwayat aktivitas akun digital kamu dan pastikan kamu selalu menggunakan kata sandi yang berbeda untuk tiap platform. Dan yang terakhir, pastikan kamu selalu waspada terhadap tautan mencurigakan yang masuk lewat pesan singkat atau email yang seringkali menjadi pintu masuk utama pencurian data pribadi.

Kesimpulan

Jadi intinya Indonesia sudah punya UU PDP yang keren di atas kertas, tapi sayangnya masih ompong karena belum ada lembaga pengawas dan aturan teknis yang jelas. Coba deh mulai sekarang lebih "pelit" soal data pribadi kamu sendiri, jangan nunggu pemerintah gerak baru kamu waspada! Kamu sendiri merasa data kamu sudah aman belum dengan kondisi regulasi kita saat ini? Selalu ingat bahwa sebelum pengawasan negara hadir, keamanan data kamu adalah tanggung jawab jempol kamu sendiri.

Pertanyaannya: apakah pengawasan data di Indonesia bisa segera sekuat regulasinya, sebelum kebocoran berikutnya terjadi?

Table of contents

Dilema UU No. 27 Tahun 2022: Berlaku Penuh Tapi Belum Bergigi

Belajar dari China: Saat Pengawasan Teknis Jadi Standar Mati

Fakta Mengerikan: Miliaran Data Warga Indonesia Sudah Beredar di Forum Gelap

Menanti Janji Komdigi: Apakah Lembaga Pengawas Benar-benar Rampung 2025?

Pro Tips yang Harus Kamu Lakukan Sekarang Juga

Kesimpulan

Tags:

#Research
#Security

Continue Reading

article cover

UU PDP Sudah Berlaku Tapi... Benarkah Data Kita Masih Jadi Incaran Empuk?

Pernah ngerasa gak kalau baru aja ngomongin suatu barang, tiba-tiba iklannya langsung muncul di media sosial kamu? Bayangin kamu lagi asik scrolling, tapi di balik layar ada ribuan data pribadi kamu yang mungkin sedang berpindah tangan tanpa kamu sadari sedikit pun. Kebanyakan orang salah kaprah dan merasa aman karena Indonesia sudah punya aturan hukum, padahal kenyataannya regulasi tanpa eksekusi itu cuma macan kertas. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta pahit kenapa UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) kita masih jauh dari kata efektif untuk melindungi jempol kamu.

Read More

article cover

n8n Hacked From Zero Login: Satu Bug, Semua Secrets & Workflow Bocor

Pernah ngerasa gak kalau sistem otomasi yang kamu andalkan buat bikin kerjaan jadi simpel justru bisa jadi pintu masuk paling lebar buat peretas? Bayangin kamu sudah capek-capek nyusun alur kerja yang rumit, menyimpan semua kunci akses API perusahaan, hingga data pelanggan, tapi semuanya bisa dicuri cuma lewat satu celah kecil tanpa peretas perlu login sama sekali. Kebanyakan orang salah kaprah dan merasa aman selama mereka sudah pasang password yang kuat, padahal kenyataannya ada bug fatal yang bisa bikin pertahanan itu gak berguna sama sekali. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta mengerikan di balik kerentanan kritis bernama Ni8mare yang baru saja mengguncang platform n8n.

Read More

article cover

Kesepakatan Rp944 Miliar! Kemhan Gandeng ITSEC Asia Perkuat Pertahanan Siber AI

Pernah ngerasa gak kalau ancaman perang zaman sekarang bukan lagi soal adu fisik, tapi soal adu kecanggihan algoritma di ruang siber? Bayangin sebuah negara bisa lumpuh total hanya karena serangan digital yang tidak terlihat mata, namun dampaknya bisa merusak seluruh infrastruktur vital. Kebanyakan orang salah kaprah dan menganggap pertahanan negara cuma soal alutsista fisik, padahal kenyataannya ancaman berbasis kecerdasan buatan atau AI sudah ada di depan mata. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta di balik kerja sama raksasa senilai Rp944 miliar antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan ITSEC Asia untuk membentengi kedaulatan digital Indonesia.

Read More

article cover

BOHONG Kalau Cuma Scanner Biasa: Shannon Ternyata Bisa Eksekusi Eksploit Asli Secara Otonom!

Pernah ngerasa gak kalau alat pemindai keamanan yang kamu pakai selama ini cuma bisa kasih tumpukan laporan yang ujung-ujungnya bikin pusing? Bayangin kamu lagi santai memantau sistem, tapi tiba-tiba ada alat yang gak cuma nemuin lubang keamanan, tapi juga bisa langsung ngebuktin cara jebolnya secepat kilat. Kebanyakan orang salah kaprah dan menganggap semua alat pentesting itu sama saja karena cuma berhenti di analisis statistik yang membosankan. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta mengejutkan tentang Shannon, sebuah terobosan AI otonom yang siap bikin para profesional keamanan siber geleng-geleng kepala.

Read More

article cover

Indirect Prompt Injection: Cara Licik Hacker Bajak AI Lo Lewat Website dan PDF!

Pernah ngerasa gak kalau ChatGPT atau asisten AI kamu tiba-tiba ngasih jawaban yang aneh atau malah maksa kamu buka link mencurigakan? Bayangin kamu lagi minta AI buat ngerangkum isi sebuah website, tapi tanpa kamu sadari, AI itu malah lagi disuruh hacker buat nyuri data pribadi kamu di balik layar. Kebanyakan orang salah kaprah dan mikir kalau AI itu cuma bakal nurutin perintah kita sebagai user, padahal kenyataannya ada celah berbahaya yang disebut Indirect Prompt Injection. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta mengejutkan tentang bagaimana hacker bisa "nyusupin" perintah rahasia ke AI tanpa kamu ketik sepatah kata pun.

Read More

article cover

Ini yang Mungkin Kamu Lewatkan di Dunia AI & Cybersecurity (5-12 Januari)

Pernah ngerasa gak kalau seminggu aja gak update berita teknologi, rasanya kayak ketinggalan satu dekade? Bayangin kamu lagi sibuk kerja, tapi di luar sana dunia AI dan keamanan siber lagi mengalami guncangan besar yang bisa berdampak langsung ke gadget atau data pribadi kamu. Kebanyakan orang salah kaprah dan menganggap berita teknologi itu membosankan, padahal apa yang terjadi seminggu terakhir ini benar-benar bisa mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi. Di artikel ini, kamu bakal nemuin rangkuman peristiwa paling krusial yang terjadi selama tanggal 5 hingga 12 Januari 2026 yang wajib kamu tahu.

Read More

article cover

Respons Instagram Soal Dugaan Data Bocor dan Reset Password Massal

Pernah ngerasa gak kalau tiba-tiba ada email masuk yang minta kamu atur ulang kata sandi padahal kamu lagi asik santai? Bayangin kamu lagi buka HP, lalu ada notifikasi Instagram reset password massal yang gak pernah kamu minta sama sekali. Kebanyakan orang salah kaprah dan langsung panik karena mengira akun Instagram kena hack saat itu juga. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta sebenarnya di balik kegaduhan dugaan data bocor Instagram yang lagi ramai diperbincangkan di media sosial ini.

Read More

article cover

Microsoft Gak Mau Lo Tahu Ini: Fitur Baru Copilot Ternyata Bisa Dipakai Buat Nyamar Jadi Lo!

Pernah ngerasa gak kalau teknologi yang harusnya ngebantu kita malah bisa jadi senjata makan tuan? Bayangin kamu lagi asik kerja, tapi tiba-tiba ada email keluar atas nama kamu yang isinya sangat berbahaya tanpa kamu sadari sedikit pun. Kebanyakan orang salah kaprah tentang keamanan AI dan menganggap fitur terbaru pasti lebih aman, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Di artikel ini, kamu bakal nemuin fakta mengerikan di balik fitur "Connected Agents" milik Microsoft yang baru saja terbongkar risikonya.

Read More

article cover

Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional, Indonesia Tolak Tegas Tuntutan!

Pernahkah Anda membayangkan data krusial negara kita disandera? Itulah yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN) beberapa bulan lalu, tepatnya pertengahan 2025. Peretas berhasil menembus sistem inti PDN dan menuntut tebusan senilai USD 8 juta, atau sekitar 120 miliar rupiah! Namun, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menolak membayar. Sebuah sikap yang patut diapresiasi.

Read More

article cover

Earth Lamia: Ancaman Siber Teranyar yang Mengincar Indonesia

Peta cyber threat Asia Tenggara kini makin menarik dengan kemunculan Earth Lamia, kelompok hacker global berafiliasi Tiongkok, yang aktif menyerang Indonesia.

Read More

article cover

Indonesia Naik Daun di Dunia DDoS! Apa Bahayanya dan Solusinya?

Siapa sangka? Indonesia kini tercatat sebagai salah satu sumber serangan DDoS (Distributed Denial of Service) terbesar di dunia selama dua kuartal terakhir! Jika dulu DDoS hanya dibahas dipanggung global, kali ini Indonesia benar-benar jadi sorotan. Mari kita bijak mengupas apa, mengapa, dan dampaknya bagi bisnis serta masyarakat digital.

Read More

article cover

Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional, Indonesia Tolak Tegas Tuntutan!

Pernahkah Anda membayangkan data krusial negara kita disandera? Itulah yang menimpa Pusat Data Nasional (PDN) beberapa bulan lalu, tepatnya pertengahan 2025. Peretas berhasil menembus sistem inti PDN dan menuntut tebusan senilai USD 8 juta, atau sekitar 120 miliar rupiah! Namun, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menolak membayar. Sebuah sikap yang patut diapresiasi.

Read More

article cover

Earth Lamia: Ancaman Siber Teranyar yang Mengincar Indonesia

Peta cyber threat Asia Tenggara kini makin menarik dengan kemunculan Earth Lamia, kelompok hacker global berafiliasi Tiongkok, yang aktif menyerang Indonesia.

Read More

article cover

Indonesia Naik Daun di Dunia DDoS! Apa Bahayanya dan Solusinya?

Siapa sangka? Indonesia kini tercatat sebagai salah satu sumber serangan DDoS (Distributed Denial of Service) terbesar di dunia selama dua kuartal terakhir! Jika dulu DDoS hanya dibahas dipanggung global, kali ini Indonesia benar-benar jadi sorotan. Mari kita bijak mengupas apa, mengapa, dan dampaknya bagi bisnis serta masyarakat digital.

Read More

Tjakrabirawa Teknologi Indonesia

For customer service, please email us support@tjakrabirawa.id

instagramfacebooklinkedin

Solutions

Audit & ComplianceVAPTDevSecOps

Support

BlogNewsFAQPrivacy PolicyTerms of Service

© 2025 Tjakrabirawa Teknologi Indonesia. All Rights Reserved.